Dikira Berdansa

Di tangga gereja, mata Pak Pendeta bertatapan mata dengan seorang gadis jelita, yang datang ke gereja itu untuk suatu urusan. Sudah beberapa kali mereka saling bertatapan, dan tanpa mereka sadarai, di hati meraka masing-masing telah tumbuh suatu perasaan tertentu. Karena itu, ketika pada siang itu Pak Pendeta mengusulkan kepada si gadis jelita tersebut, dan dia sama sekali tidak terkejut dan menolak.

” Tapi di mana ?” tanya si gadis.

” Di sini saja, di lantai, ” usul Pak Pendeta.

” Lantai itu terlalu dingin, ” kata si gadis jelita.

” Bagaimana kalau di bangku ?”

” Terlalu sempit, ” kata si gadis.

” Tetapi bagaimana kalau kita berdiri saja ?”

” Boleh saja, kata si gadis dengan semangatnya “

” Dikiranya nanti kita berdansa, kok goyang-goyang di tangga “.

Diterbitkan di: on Juni 30, 2009 at 3:53 am  Komentar (3)  

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://sulasno73.wordpress.com/2009/06/30/dikira-berdansa/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

3 KomentarTinggalkan komentar

  1. yang goyang apane mas?

    • Jempole kang mursid ….

      • apek tenan


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.